Kamis, 06 September 2018

3.5 menganalisis proses service dan event sistem operasi jaringan 3.6 memahami cara penjadwalan proses


MENGANALISIS PROSES SERVICE DAN EVENT SISTEM OPERASI JARINGAN



Layanan pada Sistem Operasi Jaringan
Services on the Server of Network Operating System. Seperti telah dibahas pada postingan sebelumnya, sistem operasi jaringan atau Network Operating System (NOC) merupakan sebuah sistem operasi untuk mengkoordinasikan kegiatan dari beberapa komputer dalam sebuah jaringan. Sistem operasi ini tentu berbeda dengan sistem operasi seperti Windows, Mac OS, atau UNIX yang dirancang untuk single user untuk mengendalikan satu komputer. Sistem Operasi ini menyediakan fungsi khusus untuk :

    menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan
    mengelola sumber daya jaringan
    menyediakan layanan
    menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users

Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti:

    layanan berbagi berkas (file sharing)
    layanan berbagi alat pencetak (printer sharing)
    DNS Service
    HTTP Service, dan sebagainya.

Di sisi server, layanan sistem operasi jaringan diantaranya:
1. Mail Server
Mail server yaitu layanan atau perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa http://FTP.

2. DHCP Server
DHCP atau Dinamyc Host Configuration Protocol adalah sebuah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP inilah yang disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang melakukan request disebut DHCP Client.

3. Web Server
Web Server adalah layanan server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Salah satu server web yang terkenal di linux adalah Apache. Apache merupakan server web antar platform yang dapat berjalan di beberapa platform seperti Linux dan Windows.

Web Server juga merupakan sebuah komputer yang menyediakan layanan untuk internet. Server disebut juga dengan host. Agar anda dapat memasukkan web yang anda rancang ke dalam internet, maka anda harus memiliki ruangan terlebih dahulu dalam internet (hosting), ruangan inilah yang disediakan oleh server.

4. DNS Server
DNS atau Domain Name System adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS server berfungsi untuk menterjemahkan (mentranslasi) IP address sebuah server menjadi nama domain. DNS digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

Sebagai contoh, http://aantomatika.blogspot.com mempunyai IP address 223.255.219.30. Ketika seseorang mengakses blog tersebut yang berarti merequest situs http://aantomatika.blogspot.com, DNS request tersebut akan diarahkan oleh DNS server ke server yang memiliki IP address 223.255.219.30.

5. FTP Servers
FTP (File Transfer Protocol) server adalah layanan sistem operasi yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.

FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file berupa download, upload, rename file, deleting file, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server. Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :

    sharing data
    menyediakan indirect atau implicit remote computer
    menyediakan tempat penyimpanan bagi user
    menyediakan transfer data yang reliable dan efisien

6. Proxy Server
Proxy server adalah server yang berfungsi melayani permintaan dokumen World Wide Web dari pengguna internet, dapat menyimpan sementara (cache) file html server lain untuk mempercepat akses internet. Dapat dikatakan proxy server bekerja dengan menjembatani komputer (program internet seperti browser, download manager dan lainnya) ke internet.










CARA PENJADWALAN PROSES


Deskripsi Penjadwalan Proses
                Penjadwalan merupakan kumpulan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Penjadwalan bertugas memutuskan:
•        Proses yang harus berjalan
•       Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan
Sasaran Utama Penjadwalan Proses
Optimasi kinerja menurut kriteria tertentu.
Kriteria untuk mengukur dan optimasi kinerja penjadwalan :
  1. Adil (fairness), proses – proses diperlakukan sama yaitu mendapat jatah pemroses yang sama dan tak ada proses yang tak kebagian layanan pemroses sehingga mengalami startvation. Sasaran penjadwalan seharusnya menjamin tiap proses mendapat pelayanan dari pemroses yang adil.
  2. Efisiensi, Efisiensi atau utilisasi pemroses dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses. Sasaran penjadwalan menjaga agar pemroses tetap dalam keadaan sibuk sehingga efisiensi mencapai maksimum.
  3. Waktu Tanggap (Response Time)
Waktu tanggap berbeda untuk:
-          Sistem Interaktif
-          Sistem waktu nyata
Waktu tanggap pada sistem interaktif
Waktu tanggap dalam sistem interaktif didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan atau transaksi sampai hasil terakhir muncul di layar (terminal).
Waktu tanggap ini disebut juga terminal rensponse time.
Waktu tanggap pada sistem waktu nyata
Pada sistem waktu nyata (real-time), waktu tanggap didefinisikan sebagai waktu dari saat kejadian (internal atau eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan yang dimaksud dieksekusi, disebut juga event response time.
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan waktu tanggapnya
  1. Turn Arround Time
Turn arround time adalah waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke sistem sampai proses diselesaikan sistem.
Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan di dalam sistem, diekspresikan sebagai penjumlahan waktu eksekusi (waktu pelayanan job) dan waktu menunggu.
Turn arround time = waktu eksekusi + waktu menunggu
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan turn arround time.

  1. Throughput
Throughput adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu.
Sasaran penjadwalan adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan sistem.


2 TIPE-TIPE PENJADWALAN
Terdapat tiga tipe penjadwalan berada secara bersama-sama pada sistem operasi yang kompleks, yaitu:
  1. Penjadwalan jangka pendek (short-term scheduller)
  2. Penjadwalan jangka menengah (medium-term scheduller)
  3. Penjadwalan jangka panjang (long-term scheduller)
Penjadwalan Jangka Pendek
Penjadwalan ini bertugas menjadwalkan alokasi pemroses diantara proses-proses ready di memori utama.
Sasaran utama penjadwalan ini memaksimumkan kinerja untuk memenuh satu  kumpulan kriteria yang diharapkan. Penjadwalan ini dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya  yang harus dijalankan.

Penjadwalan jangka menengah
                Setelah eksekusi selama suatu waktu, proses mungkin ditunda karena membuat permintaan layanan I/O atau memanggil suatu system call.
                Agar ruang memori bermanfaat, maka proses dipindahkan dari memori utama ke memori skunder agar tersedia ruang untuk proses-proses lain
                aktivitas pemindahan proses yang ditunda dari memori utama ke memori sekunder dsb swapping
Penjadwal jangka menengah:
•       Menangani proses-proses swapping
•       Mengendalikan transisi dari suspended-to-ready proses-proses swapping

            Begitu penyebab tertunda hilang maka proses dimasukan kembali ke memori utama dan ready


Penjadwalan jangka panjang
                Penjadwalan jangka panjang bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus di eksekusi.
                Batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (yaitu waktu pemroses, memori, perangkat masukan atau keluaran), program-program ini berprioritas rendah, digunakan sebagai pengisi (agar pemroses sibuk) selama periode aktifitas job-job interaktif rendah.
              Sasaran utama penjadwalan jangka panjang adalah memberi keseimbangan job-job campuran.



3 STRATEGI  PENJADWALAN
Terdapat 2 strategi penjadwalan, yaitu:
  1. Penjadwalan nonpreemptive (run-to-completion)
  2. Penjadwalan Preemptive
Penjadwalan nonpreemptive
                Begitu proses diberi jatah waktu pemroses maka pemroses tidak dapat diambil alih oleh proses lain sampai proses itu selesai.
Penjadwalan preemptive
                Saat proses diberi jatah waktu pemroses maka pemroses dapat diambil alih proses lain sehingga proses disela sebelum selesai dan harus dilanjutkan menunggu jatah waktu pemroses tiba kembali pada proses itu.
Penjadwalan preemptive berguna pada sistem dimana proses-proses yang mendapat perhatian/tanggapan pemroses secara cepat. Misalnya:
•       Pada sistem-sistem waktu nyata, kehilangan interupsi (yaitu interupsi tidak segera dilayani) dapat berakibat fatal.
•       Pada sistem-sistem interaktif time-sharing, penjadwalan preemptive penting agar dapat menjamin waktu tanggap yang memadai.

4 Algoritma-algoritma Penjadwalan
•       Terdapat banyak algoritma penjadwalan, baik nonpreemptivemaupun preemptive .
•       Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi nonpreemptive di antaranya:
•       FIFO (First-in,First out) atau FCFS (First-come,First serve).
•       SJF (Shortest Job First).
•       HRN (Highest-Ratio Next).
•       MFQ(Multiple Feedback Queues).
•       Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi preemptive di antaranya:
•       RR (Round-Robin).
•        SRF  (Shortest-Remaining-First).
•        PS  (Priority Schedulling).
•        GS (Guaranteed Schedulling).
Klasifikasi lain selain berdasarkan dapat/tidaknya suatu proses diambil alih secara paksa adalah klasifikasi berdasarkan adanya prioritas di proses-proses, yaitu:
  1.  Algoritma penjadwalan tanpa berprioritas.
  2.  Algoritma penjadwalan berprioritas,terdiri dari:
•        Algoritma penjadwalan  berprioritas statik.
•        Algoritma penjadwalan berprioritas dinamis.

4.1  Penjadwalan Round-Robin (RR)
Penjadwalan ini merupakan:
•        Penjadwalan preemptive, bukan di-preempt  oleh proses lain tapi oleh penjadwal berdasarkan lama waktu berjalannya proses, disebut preempt-by-time.
•        Penjadwalan tanpa prioritas.
•       Semua proses dianggap penting dan diberi sejumlah waktu pemroses yang disebut kwanta (quantum) atau time-slice dimana proses itu berjalan.
Ketentuan
Ketentuan algoritma round robin adalah sebagi berikut:
  1. Jika kwanta habis dan proses belum selesai maka proses menjadi runnable dan pemroses dialihkan ke proses lain
  2. Jika kwanta belum habis dan proses menunggu suatu kejadian (selesainya operasi I/O), maka proses menjadi blocked  dan pemroses dialihkan ke proses lain.
3. Jika kwanta belum habis tapi proses telah selesai maka proses diakhiri dan pemroses di alihkan ke proses lain
Algoritma penjadwalan ini dapat diimplementasi sebagai berikut:
•       Mengelola senarai proses ready (runnable) sesuai urutan kedatangan.
•       Ambil proses yang berada di ujung depan antrian menjadi running.
•       Bila kwanta belum habis dan proses selesai maka ambil proses diujung depan antrian proses ready.
•       Jika kwanta habis dan proses belum selesai maka tempatkan proses running ke ekor antrian proses ready dan ambil proses di ujung depan antrian proses ready.
Masalah penjadwalan ini adalah menentukan besar kwanta, yaitu :
•       Kwanta terlalu besar menyebabkan waktu tanggap besar dan turn arround time rendah.
•       Kwanta terlalu kecil mengakibatkan peralihan proses terlalu banyak sehingga menurunkan efisiensi pemroses.
Harus ditetapkan kwanta waktu yang optimal berdasar kebutuhan sistem terutama dari hasil percobaan atau data historis. Besar kwanta waktu beragam bergantung beban sistem. 
Berdasarkan kriteria penilaian penjadwalan :
•       Fairness
    Penjadwalan RR adil bila dipandang dari persamaan pelayanan oleh pemroses.
•       Efisiensi
    Penjadwalan RR cenderung efisien pada sistem interaktif.
•       Waktu tanggap (response time)
    Penjadwalan RR memuaskan untuk sistem interaktif, tidak memadai untuk sistem waktu nyata.
•       Turn arround time
    Penjadwalan RR cukup bagus.
•       Throughput
                Penjadwalan RR cukup bagus.
Penggunaan
•       cocok untuk sitem interactive-time sharing dimana kebanyakan waktu program adalah untuk menunggu keyboard, sehingga dapat dijalankan proses-proses lain.

4.2 PenjadwalanFIFO(first-in,first-out)
Penjadwalan ini merupakan:
•       Penjadwalan non-preemptive (run-to-completion).
•       Penjadwalan tidak berprioritas.
Ketentuan
Penjadwalan FIFO adalah penjadwalan paling sederhana, yaitu :  
•       Proses-proses diberi jatah waktu pemroses berdasarkan waktu kedatangan.
•       Begitu proses mendapat jatah waktu pemroses, proses dijalankan sampai selesai.
Penjadwalan ini dikatakan adil dalam arti resmi (dalam semantiks / arti antrian, yaitu proses yang datang duluan, dilayani duluan juga), tapi dinyatakan tak adil karena job-job yang perlu waktu lama membuat job-job pendek menunggu. Job-job tak penting dapat membuat job-job penting menunggu.
FIFO jarang digunakan secara mandiri tapi dikombinasikan dengan skema lain, misalnya:
•       Keputusan berdasarkan prioritas proses. Untuk proses-proses berprioritas sama diputuskan berdasarkan FIFO.
Berdasarkan kriteria penilaian penjadwalan.
•       Fairness
Penjadwalan FIFO adil bila dipandang dari semantik antrian.
•       Efisiensi
Penjadwalan FIFO sangat efisiensi.
•       Waktu tanggap(response time)
Penjadwalan FIFO sangat jelek, tidak cocok untuk sistem interaktif apalagi waktu nyata.
•       Turn arround time
                Penjadwalan FIFO jelek.
•       Throughput
                Penjadwalan FIFO jelek.
Penggunaan
•       cocok untuk sistem batch yang sangat jarang interaksi dengan pemakai. Contoh aplikasi aplikasi analisis numerik, pembuatan tabel.
•       Penjadwalan ini sama sekali tak berguna untuk sistem interaktif karena tidak memberi waktu tanggap yang bagus.

4.3 Penjadwalan Berprioritas (ps)
•       Ide penjadwalan adalah tiap proses diberi prioritas dan proses berprioritas  tertinggi running (mendapat jatah waktu pemroses).
•       Prioritas dapat diberikan secara:
•       Prioritas statis (static priorities).
•       Prioritas dinamis (dynamic priorities).
Prioritas statis
                prioritas statis berarti  prioritas tak berubah.
Keunggulan
•       Mudah diimplementasikan.
•       Mempunyai overhead relatif kecil.
Kelemahan
•       Penjadwalan tak tanggap perubahan lingkungan yang mungkin menghendaki  penyesuaian prioritas.
Prioritas Dinamis
                Prioritas dinamis merupakan mekanisme menanggapi perubahan lingkungan sistem beroperasi. Prioritas awal yang diberikan ke proses mungkin hanya berumur pendek setelah disesuaikan ke nilai yang lebih tepat sesuai lingkungan.
                Kelemahan
                Implementasi mekanisme prioritas dinamis lebih kompleks dan mempunyai overhead lebih besar. Overhead ini diimbangi dengan peningkatan daya tanggap sistem.
Contoh Penjadwalan Berprioritas
                Proses-proses  yang sangat banyak operasi I/O  menghabiskan kebanyakan waktu menunggu selesainya operasi I/O.
                Proses-proses ini diberi prioritas sangat tinggi sehingga  begitu proses memerlukan pemroses segara diberikan, proses akan segera memulai permintaan I/O berikutnya sehingga menyebabkan proses blockedmenunggu selesainya operasi I/O.
                Dengan demikian pemroses dapat dipergunakan proses-proses lain. Proses-proses I/O bound berjalan paralel bersama proses-proses lain yang benar-benar memerlukan pemroses, sementara proses-proses I/O bound itu menunggu selesainya operasi DMA.
                Proses-proses yang sangat banyak operasi masukan/keluaran kalau harus menunggu lama untuk memakai pemroses (karena prioritas rendah) hanya akan membebani memori karena harus disimpan  tanpa perlu  proses-proses itu di memori karena tidak selesai-selesai menunggu operasi masukan dan menunggu jatuh pemroses.
               
4.4 Penjadwalan dengan banyak antrian (MFQ)
Penjadwalan ini merupakan:
•       Penjadwalan preemptive (by-time)
•       Penjadwalan berprioritas dinamis
Penjadwalanini untuk mencegah banyaknya swapping dengan proses-proses yang sangat banyak menggunakan pemeroses (karena menyelesaikan tugasnya memakan waktu lama) diberi jatah waktu (jumlah kwanta) lebih banyak dalam suatu waktu.
Penjadwalan ini menghendaki kelas-kelas prioritas bagi proses-proses yang ada. Kelas tertinggi berjalan selama satu kwanta, kelas berikutnya berjalan selama dua kwanta, kelas berikutnya berjalan empat kwanta, dan seterusnya. Kententuan yang berlaku adalah sebagai berikut:
•       Jalankan proses kelas tertinggi.
•       Jika proses menggunakan seluruh kwanta yang di alokasikan maka diturunkan kelas prioritas-nya.
•       Proses yang masuk untuk pertama kali ke sistem langsung diberi kelas tertinggi.
Mekanisme ini dapat mencegah proses yang perlu berjalan lama swapping bekali-kali dan mencegah proses-proses interaktif yang singkat harus menunggu lama
Penggunaan 
Sistem dengan banyak proses lambat, memerlukan waktu lama dan juga terdapat banyak proses singkat.

4.5 Penjadwalan terpendek(SJF)

Penjadwalan ini merupakan:
Penjadwalan non-preemptive(run-to-completion).
Penjadwalan tak berprioritas
Penjadwalan ini mengansumsikan waktu jalan proses (sampai selesai) diketahui sebelumnya. Mekanisme penjadwalan adalah menjadwalkan proses dengan waktu jalan terpendek lebih dulu sampai selesai. Penjadwalan mempunyai evisien tinggi dan turn arround time rendah.

contoh
Terdapat empat proses A, B, C, D dengan waktu jalan selama 8, 7, 6, 5 kwanta.
•       Gambar 5-3(a) menunjukan penjadwalan cara I, dengan proses-proses dijadwalkan berurutan sebagai A, B, C, D

•       Gambar 5-3(b) menunjukan bila proses-proses dijadwalkan secara SJF yaitu berurutan D,C,B,A

Kamis, 30 Agustus 2018

                               Topologi Peer to Peer




Peer to peer adalah sebuah topologi yang menghubungkan 2 komputer atau 2 perangkat yang sama atau lebih jika port RJ-45 lebih dari satu setiap komputernya.

Alat    : a. 2 unit PC/ komputer
             b. NIC (sesuai jumlah pc)
             c. LAN Tester
Bahan : a. Kabel UTP Crossover
             b. CD Driver NIC

1. Menghubungkan 2 PC

    a. Pasang NIC pada kedua pc dan pastikan driver sudah terinstal pada setiap pc dan NIC terdeteksi
    b. Hubungkan kabel UTP pada port RJ-45 pada NIC disetiap PC, ujung pertama hubungkan                     dengan pc 1 dan ujung kedua hubungkan dengan pc 2
    c. Pastikan lampu indikator pada NIC menyala

2. Setting IP Address pada PC 1
    
    a. Buka Control Panel, lalu pilih Network Connections
    b. Klik "Local Area Connections" dan pilih "Properties"

    c. Muncul jendela local area connections properties


   d. Pada "This Connection uses the following items" pilih "Internet Protocol (TCP/IP)" kemudian            klik "Properties"


   e. Pada jendela "Internet protocol" pilih "Use the following ip address" dan masukkan ip address pc       1 yaitu 192.168.10.1 dan subnet mask 255.255.255.0 kemudian klik ok sampai selesai




2. Setting IP Address pada PC 2
    
    a. Buka Control Panel, lalu pilih Network Connections
    b. Klik "Local Area Connections" dan pilih "Properties"

    c. Muncul jendela local area connections properties


   d. Pada "This Connection uses the following items" pilih "Internet Protocol (TCP/IP)" kemudian            klik "Properties"


   e. Pada jendela "Internet protocol" pilih "Use the following ip address" dan masukkan ip address pc       1 yaitu 192.168.10.2 dan subnet mask 255.255.255.0 kemudian klik ok sampai selesai




1. Cek lah koneksi pc 1 ke pc 2 denagn menggunakan perintah "ping" di command prompt (CMD)         lakukan sebaliknya dari pc 2 ke pc 1
2. Pada CMD ketik "ping" lalu ip address pc yang akan di tuju (ping 192.168.10.2)
3. Jika muncul keterangan : 
    a. Reply from ..............   (Jaringan terkoneksi)
    b. Request time out .....   (Jaringan tidak terkoneksi)
    c. Destination .............    (Jaringan tidak terkoneksi)


Kamis, 02 Agustus 2018




Cara Check/Mengetahui IP Address Komputer Melalui Terminal / Command Prompt



Microsoft Windows XP
1. Klik Start dan lanjutkan dengan klik menu Run



2. Kemudian ketikan pertintah CMD lalu tekan tombol Enter
3.Setelah jendela Command Prompt muncul, ketik ipconfig -all dan lanjutkan      dengan menekan tombol Enter. 






3.2 memahami tugas dan tanggung jawab admin server

Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Admin Server


Menjadi seorang admin server merupakan hal yang sangat beresiko jika tidak dijalani dengan kejelian dan tanggung jawab. Admin server merupakan orang yang mengatur semua aktifitas server, mulai dari awal dibangun, perawatan sampai perbaikan.
Perlu anda ketahui bahwa menjadi admin server bukan perkara yang mudah. Admin server dituntut untuk merawat dan menjaga kinerja server agar tetap berjalan dengan baik. Dalam sebuah perusahaan, peran admin server sangatlah penting.
Admin server mempunyai 3 tugas utama seperti membangun, mengelola, dan memperbaiki server. Ketiga tugas itulah yang “wajib” dilakukan seorang admin server untuk menjaga server tetap berjalan dengan baik.
Seorang admin server sangat wajib membuat server berjalan dengan lancar dan memastikan keamanan server terjaga. Dikarenakan data dari sebuah perusahaan sangatlah penting, maka admin server harus benar-benar memperhatikan keamanan server tetap terjaga. Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab seorang admin server :
  • Mengatasi segala permasalahan yang terjadi pada server.
  • Melakukan perbaikan dan upgrade (jika perlu) pada server.
  • Menjaga aktivitas jaringan pada perusahaan tetap berjalan dengan baik.
  • Melakukan backup data secara berkala.
  • Melakukan troubleshooting jika terjadi aktifitas yang mencurigakan pada server.
  • Menjaga software yang digunakan server tetap up to date.
  • Melakukan integrasi dengan teknologi baru (jika ada).
  • Memanajemen pengguna seperti menambah atau menghapus pengguna.

Identifikasi Ancaman keamanan Server

Ancaman keamanan server adalah hal-hal yang berkaitan dengan segala ancaman yang dapat merusak infrastruktur server baik keamanan informasi, hardware maupun software.

Prinsip Ancaman keamanan yang harus selalu diperhatikan meliputi:


1. Kerahasiaan (confidentiality)

Confidentiality atau kerahasiaan adalah pencegahan terhadap mereka yang tidak memiliki kepentingan terhadap informasi jaringan . Secara umum dapat disebutkan bahwa kerahasiaan mengandung makna bahwa informasi yang tepat terakses oleh mereka yang berhak ( dan bukan orang lain), sama analoginya dengan e-mail maupun data-data perdagangan dari perusahaan.

2. Integritas (Integrity)

Integrity atau Integritas adalah pencegahan terhadap segala hal yang berkaitan dengan kemungkinan amandemen atau penghapusan informasi oleh mereka yang tidak berhak. Secara umum maka integritas ini berarti bahwa informasi yang tepat, tidak terjadi cacad maupun terhapus dalam perjalananya dari penyaji kepada para penerima yang berhak.


3. Ketersediaan (Availability)

Availability atau ketersediaan adalah upaya pencegahan ditahannya informasi atau sumber daya terkait oleh mereka yang tidak berhak. Secara umum makna yang dikandung adalah bahwa informasi yang tepat dapat diakses bila dibutuhkan oleh siapapun yang memiliki legitimasi untuk tujuan ini. Berkaitan dengan “messaging system” maka pesan itu harus dapat dibaca oleh siapapun yang dialamatkan atau yang diarahkan, sewaktu mereka ingin membacanya.


4. Non-repudiation

Non-repudiation adalah menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi. Sebagai contoh, seseorang yang mengirimkan email untuk memesan barang tidak dapat menyangkal bahwa dia telah mengirimkan email tersebut.

5. Autentikasi 

Autentikasi adalah suatu langkah untuk menentukan atau mengonfirmasi bahwa seseorang (atau sesuatu) adalah autentik atau asli. Melakukan autentikasi terhadap sebuah objek adalah melakukan konfirmasi terhadap kebenarannya. Sedangkan melakukan autentikasi terhadap seseorang biasanya adalah untuk memverifikasi identitasnya. Pada suatu sistem komputer, autentikasi biasanya terjadi pada saat login atau permintaan akses.

6. Access Control 

Access Control adalah Mekanisme untuk mengatur ‘siapa boleh melakukan apa’, ’dari mana boleh ke mana’. Penerapannya membutuhkan klasifikasi data (public, private, confident, secret) dan berbasiskan role (kelompok atau group hak akses). Contoh ACL antar jaringan, ACL proxy (pembatasan bandwith) dll

7. Accountablity 

Accountablity adalah Adanya catatan untuk keperlan pengecekan sehingga transaksi dapat dipertanggungjawabkan. Diperlukan adanya kebijakan dan prosedur (policy & procedure). Implementasi dapat berupa IDS/IPS (firewall), syslog (router)

4.2 menalar tugas dan tanggung jawab admin server

Memahami Tugas dan Tanggung Jawab Admin Server

1.  Tugas dan Tanggung Jawab Admin Server
  Bekerja sebagai admin server merupakan sebuah pekerjaan yang menantang, tidak hanya bertanggung jawab untuk membuat  server,  admin  server  dituntut  untuk  merawat server, sehingga bisa hidup dan berkembang seterusnya sesuai kebutuhan.

   Admin server mempunyai berbagai tugas dan peranan penting di dalam pengelolaan jaringan. Tugas admin server, berbeda di antara perusahaan satu dengan yang lainya. Tugas  utamanya,  adalah membangun,  mengelola  server, dan memperbaiki server.

Admin server bekerja sebaik mungkin untuk membuat server berjalan dengan lancar, melakukan perbaikian terjadwal, memastikan keamanan server, juga membantu pekerja lainya untuk menjaga keadaan server tetap optimal.

Tidak hanya bekerja dengan mesin, admin server juga harus bekerja sama dengan pekerja lainya, supervisor, hingga pekerja teknik. Melakukan pemecahan masalah yang sedang terjadi, juga memberikian pelayanan pelanggan. Sehingga admin server juga harus bisa menjelaskan berbagai hal teknis kepada orang awam.

Selain menjaga yang sudah ada, admin server juga harus menambahkan software atau melakukan update untuk terus membuat server bekerja dengan  sempurna.  Menambahkan  pengguna, melakukan  pembaharuan kata  sandi, melakukan backup rutin, mengadaptasi  teknologi baru,  dan melakukan konfigurasi sesuai keadaan.

Apabila keadaan normal, maka biasanya ada rutin khusus di perusahaan tentang apa yang harus dilakukan admin server,
1.  Mendatangi server, melihat aktifitas log, apakah ada yang mencurigakan.
2.  Apabila ada kecurigaan, maka dilakukan troubleshooting.
3.  Mengecek usia software yang digunakan, apakah ada update.
4.  Apabila ada update, lakukan backup terlebih dahulu, baru lakukan update.
5.  Melaukan  integrasi  dengan  teknologi  baru  jika  ada,  dan  melakukan konfigurasi untuk                  menyesuaikan keadaan perusahaan.
6.  Mengatur   pengguna,   menambah   pengguna   baru   atau   menghapus pengguna lama.


Sistem kerja admin server, yang biasanya dilakukan di tiap harinya. Ingat, admin server tidak hanya bekerja sendirian.


Rangkuman :
Admin server adalah orang yang mengatur aktifitas server, mulai dari awal dibuat, perawatan, hingga perbaikan.

Admin  server  harus  bisa  menyesuaikan  keadaan,  melihat  kemampuan server dan mengoptimalkanya. Melakukan perbaikan, mencari masalah dengan server untuk membuatnya lebih baik, melakukan perbaruan software dan mengkonfigurasi ulang untuk server.

Admin  server  tidak  hanya  bekerja  sebagai  petugas  yang  berhubungan dengan mesin, tapi juga harus bisa bekerja sama dengan pekerja lainya, supervisor, atau bahkan pekerja non teknis, atau pelanggan yang membutuhkan layanan.

Ancaman Sistem Keamanan Komputer
  1. Adware : adalah iklan produk atau penawaran layanan yang merupakan bagian dari sebuah situs atau aplikasi. Script yang ditulis pada suatu halaman web memungkinkan adware untuk berjalan sendiri (autorun applications) yang akan muncul pada saat kita surfing di suatu situs tertentu atau sedang menjalankan aplikasi. Biasanya adware sangat gampang untuk di nonaktifkan, tapi tidak dengan varian adware yang memiliki suatu teknik anti-removal dan ini biasanya sangat mengganggu.
  2. Backdoor Trojan : Mempunyai arti dimana tidak adanya kuasa untuk mengakses sebuah sistem dan mem-bypassmekanisme keamanan
  3. Bluejacking bluejacking : lebih ditujukan untuk mengirimkan pesan-pesan yang tidak dinginkan.
  4. Bluesnarfing : serangan hacking yang menggunakan Bluetooth untuk mengakses sebuah perangkat mobile
  5. Boot Sector Viruses : virus yang memanfaatkan hubungan antar komputer dan tempat penyimpanan untuk penyebaran virus.Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.
  6. Browser Hijackers : Browser hijacker dapat dikategorikan sebagai virus karena menumpang pada sistem (browser) dan dapat melakukan duplikasi untuk menginfeksi sistem lain. salah satu virus berjenis browser hijacker yang cukup populer adalah CoolWebSearch (yang akan mengarahkan browser ke alamat coolwebsearch.com) dan websiteblockonline.com (yang menampilkan pesan seolah-olah komputer sedang terserang virus).
  7. Chain Letters : surat berantai, yaitu surat yang dikirimkan kepada seseorang untuk dikirim lagi ke penerima yang lain.
  8. Cookies : serangkaian teks yang disimpan pada komputer Anda oleh situs web yang Anda kunjungi. Pada umumnya cookie menyimpan pengaturan atau preferensi Anda untuk suatu situs web tertentu, misalnya bahasa yang dipilih, atau lokasi (negara) Anda. Ketika Anda kembali ke situs web tersebut, Firefox akan mengirimkan cookie yang bersesuaian kepada situs web yang bersangkutan.
  9. Denial of Service Attack : merupakan sebuah usaha (dalam bentuk serangan) untuk melumpuhkan sistem yang dijadikan target sehingga sistem tersebut tidak dapat menyediakan servis-servisnya (denial of service) atau tingkat servis menurun dengan drastis.
  10. Dialers Dialers : adalah program instalasi modem dial-up internet connection. Sebagian internet provider (blacklists) menggunakan program ini untuk mendongkrak sistem tagihan koneksi internet anda. Beruntunglah bagi anda yang menggunakan jalur internet broadband (seperti DSL atau LAN) karena biasanya komputer yang menggunakan koneksi internet seperti ini tidak membenamkan modem ke dalam sistem operasi komputer.
  11. Document Viruses : adalah virus yang memanfaatkan file yang dapat diijalankan/dieksekusi secara langsung. Biasanya file *.EXE atau *.COM. Tapi bisa juga menginfeksi file *.SYS, *.DRV, *.BIN, *.OVL dan *.OVY. Jenis Virus ini dapat berpindah dari satu media ke semua jenis media penyimpanan dan menyebar dalam sebuah jaringan.
  12. Email Viruses : Virus yang dikirimkan sebagai file lampiran pada e-mail, virus baru akan bekerja dan menginfeksi jika kita membuka file attachment tersebut. Sebagian besar adalah virus Macro yang menyerang aplikasi Microsoft Word, biasanya file virus tersebut berekstensi .exe. Contohnya seperti virus Worm.ExploreZip.
  13. Internet Worms : lubang keamanan atau celah kelemahan pada komputer kita yang memungkinkan komputer kita terinfeksi virus tanpa harus eksekusi suatu file yang umumnya terjadi pada jaringan.
  14. Mobile Phone Viruses
  15. Mousetrapping
  16. Obfuscated Spam
  17. Page-Jacking
  18. Obfuscated Spam
  19. Page-Jacking
  20. Palmtop Viruses
  21. Parasitic Viruses
  22. Pharming
  23. Phising : Dikenal juga sebagai ‘Brand spoofing’ atau ‘Carding’ adalah sebuah bentuk ‘layanan’ yang menipu anda dengan menjanjikan keabsahan dan keamanan transfer data yang anda lakukan. Phising menyerang melalui email, pesan-pesan yang terdisplay di jendela peringatan (pop-up windows), atau situs-situs milik pemerintah/organisasi/institusi resmi.
  24. Potentially Unwanted Applications
  25. Ransomeware
  26. Rootkit : Sekumpulan program atau keperluan yang mengizinkan seseorang untuk memelihara akses root-levelpada system
  27. Share price scams
  28. Spam : adalah pesan-pesan yang terkirim kepada anda berisikan informasi-informasi yang sama sekali tidak berkaitan selama aktivitas berinternet. Dikenal juga dengan sebutan ‘junk-email’, yang mengiklankan produk atau layanan-layanan tertentu.
  29. Spear Phising
  30. Spoofing
  31. Spyware : adalah program yang dapat merekam secara rahasia segala aktivitas online anda, seperti merekam cookies atau registry. Data yang sudah terekam akan dikirim atau dijual kepada perusahaan atau perorangan yang akan mengirim iklan atau menyebarkan virus.
  32. Trojan Horse : Sebuah program yang berpura-pura sebagai program yang bermanfaat, bisaanya gratis, semisal game atau screen saver, tetapi mwmbawa virus atau instruksi destruktif yang bisa berjalan tanpa sepengetahuan kita. Salah satu fitur perusaknya ialah terbukanya program backdoor, yaitu sebuah program illegal yang memungkinkan pengguna yang tidak berhak bisa mengontrol komputer kita tanpa sepengetahuan kita.
  33. Viruses Virus : adalah program yang bisa mereplika dirinya sendiri, menulari program-program lain dan menjadikan file-file program yang tertular sebagai infector dan merusak software, hardware, bahkan data yang sedang berproses.
  34. Viruses Hoaxes
  35. Voice Phising
  36. Zombies

Soal dan jawaban teori kejuruan TKJ 2016

1. Tempat dimana Processor dipasang adalah letak dan merupakan fungsi dari... A. Socket Processor B. Slot Memory C. Nort Bridge D....